Network Member
CC BINUS

Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username/Email:
  

Password
  





Forum Statistics
» Members: 725
» Latest member: ananteo
» Forum threads: 41
» Forum posts: 77

Full Statistics

Latest Threads
Kulwap 28 Mei 2017: Hibah...
Forum: Diskusi tracer study
28-May-2017, 04:46 PM
» Replies: 0   » Views: 4,348
Kulwap 15 Mei 2017
Forum: Konsultasi minat & bakat
28-May-2017, 04:39 PM
» Replies: 0   » Views: 3,510

 
  WhatsApp Group Discussion: Career Services (May.12.2016)
Posted by: tutus.kusuma - 29-May-2016, 09:04 PM - Forum: Career center forum - No Replies

Fasilitator: Bambang SB (ITBCC), Teddy B (Binus Career), Nurhadi (ECCUGM)
Moderator: Ayi Ahadiat
Notulis: Dewiyani

[Image: attachment.php?aid=57]

Pertanyaan dr Mb Rani CDC Fisipol UGM:
Q1. Dengan keterbatasan resources (staf, budget, timeline) di masing2 pusat karir, apa yg sebaiknya dilakukan utk menentukan jenis layanan apa yg perlu diprioritaskan & apa plus/minusnya..  tentunya mengacu pengalaman masing2 pusat karir fasilitator?

Mas Nur ECC UGM
Permasalahan awal yang kami jumpai, bahkan kami rasakan sendiri sebagai alumni adalah, betapa akses kami terhadap informasi kesempatan karir yang masuk ke kampus kami demikian terbatas. Kami harus datang ke kampus untuk melihat papan pengumuman, dan harus kembali untuk mengumpulkan persyaratan, kemudian datang lagi memasukkan lamaran, dan setelah itu sesekali harus ke kampus lagi untuk mengecek apakah sudah ada pengumuman. Maka kami pun memulai dengan mencoba memangkas semua proses itu dengan meng-online-kannya. Kami kira ini sama di semua tempat.

Tidak harus menunggu sistem yang sempurna, komprehensif, taylor-made dll dulu. Bisa mulai dengan template blog yang gratisan seperti wordpress, joomla dll. Kalau mau lebih simple lagi, bisa menggunakan cloud service yang sudah banyak sekali disediakan, wordpress, blogspot, google doc dll. Lamaran pun bisa dikirim ke email, kalau kita belum punya sistemnya. Ini sangat mudah dan tidak banyak butuh banyak resource. Sedikit drive & energy saja. Sampai beberapa tahun awal, layanan kami pun masih sering disebut blog amatiran ^^. 

The point is, we have to start somewhere. Since the first step is often considered as the hardest, make it as simple as possible. Fokus pada satu layanan dulu, sehingga tidak perlu bingung dengan prioritas. Dari situ nanti masalah akan berkembang, dan kita pun akan berkembang dengan menghadapi dan menyelesaikan masalah. Begitu pengalaman kami.

Nah ini contoh masalah yang berkembang ketika kita berjalan. Kami dulu ketika memulai malah tidak berpikir sejauh ini ^^. Pengalaman kami, ini sangat natural berkembangnya nanti. Misalnya begini, ketika kita buka layanan informasi lowongan, maka secara otomatis kita akan selalu berkutat dengan berapa jumlah lowongan dan berapa jumlah pelamar. Semakin banyak tentu saja semakin baik. Ini parameter kuantitatif, paling mudah dan bahkan tidak perlu alat ukur tertentu. Kami mulai dari situ. Kami pun fokus pada bagaimana memperbanyak lowongan dan bagaimana memperbanyak pelamar.

Pada saat menjalani hal ini, kami dapati ternyata parameter kuantitatif dipengaruhi hal-hal kualitatif. Seperti seberapa kenal para pelamar dengan perusahaan yang memasang lowongan, seberapa baik kita melayani perusahaan dll. Awalnya kami tidak ukur, tapi seiring perkembangan, kami membuat form kepuasan maupun aduan untuk dokumentasi dan acuan pembuatan dan pengembangan program.

Jadi, indikator selalu kuantitif, tetapi untuk mencapainya tentunya diperlukan hal yang bersifat kualitatif yang terdokumentasi dengan baik. 

Sekaligus, gambaran besar bagaimana layanan karir kami berkembang, sampai pada kesimpulan sementara saat ini (karena kami yakin inipun akan berkembang), bahwa indikator keberhasilan layanan karir adalah seberapa banyak lulusan kita yang terserap dunia kerja sesuai dengan minat dan bakatnya. Atau dengan perspektif lain, seberapa besar success rate perusahaan dalam merekrut lulusan kita, dan kalau didetailkan lagi berapa turn over lulusan kita dalam 0-3 tahun pertama bekerja di perusahaan yg kita layani, kemudian indikator-indikator lain adalah detail atau turunan. 

However, once again, we start it from scratch. Tentu saja anda pun tidak harus seperti kami juga.

Mas Bambang CC ITB
Sy mencoba jawab dari history nya dl ya..Pusat Karir di ITB dulu katanya berdiri pertama kali tahun 1998 dengan nama CDC, Career Development Center. Konon katanya itu dulu penggunaan  nama CDC pertama kali. Meskipun fungsi2 atau beberapa layanannya sdh ada sblm dibentujk CDC yang ditangani di bawah wakil rektor bidang kemahasiswaan. Sprti Jobfair dan pameran dan industri, itu kata para pelaku bbrp tahun sebelumnya sudah ada event tsb. Nah di awal2 waktu itu konon lebih banyak melayani perusahaan yang mau mencari tenaga kerja baru/fresh grad dan mahasiswa atau alumni baru yg mau cari kerja. Dulu katanya mengumpulan surat lamarab dan CV secara hard copy dan numpuk2 dan dorekap/diresume daftar pelamar itu utk masing2 persh sendiri2. Demikian sederhana. Lalu setelah berjalan seperti itu, mulai menggunakan sistem online dan dari CDC jg pernah berganti nama menjadi Placement Office.  Ganti rektor juga ganti pejabatnya, ganti lagi namanya menjadi PCD singkatan Professional Community Develoment dan berubah lagi terkahir sebelum saya PCAD Professional Community Alumni Development. Itu berubah2 masing2 4-5tahun nama2 tsb. Pd saat saya diangkat 2010, kita mereview kembali akan ttp menggunakan nama yang sama atau mengubahnya lagi krn ternyata kurang sesuai dengam struktur baru. Akhirnya kita berubah dengan nama sprti sekarang ITB Career Center sejak tahun 2010 tsb. Layanannya berkembang lagi dan skrg ditetapkan ada 11 layanan sebagaimana kita buat di brosur2 dan di slide dll. Betul Tracer Study baru kita mulai 2010 itu dg sangat sederhana dan hanya 3 prodi. Baru 2012 mencakup seluruh  prodi. Termasuk career counselling baru 2012.
 
Mas Teddy Binus Career
Untuk menentukan layanan yang perlu diprioritaskan adalah tujuan pk. Tujuan Binus Career adalah lulusannya bekerja di perusahaan global atau menjadi wirausaha. Jadi yang minimal adalah hubungan dengan perusahaan untuk menyalurkan mahasiswa.

Q2. Setelah menentukan prioritas program layanan, bgmn mengukur efektivitas dan keberhasilan program? Apakah semata kuantitatif (jumlah peserta/perusahaan, dll), atau ada yg kualitatif? Indikatornya apa saja? Alat ukur apakah yg dipakai utk menilai keberhasilan program layanan karir yg sdh direnc berdasar prioritas tsb?

Mas Bambang CC ITB
Kalau kita sendiri sampai sblm tracer study kita seriusi, kita tdk pernah mengukur dg indikator2 keberhasilan dll, yang pentinf kita meneruskan dan melayani sebaik mungkin kepada mahasiswa dan alumni kita. Langkah pertama dulu saya menjabat adalah melakukan "benchmarking" melihat berbagai pusat karir di mana2 untuk menentukan koordinat kita sendiri dulu (itb) dalm posisi dmn. Hampir 8-10 pusat karir di indonesia (ttp terbatas di pulau jawa) sy kunjungi dan 2 di luar negeri, dan 1 lagi yang belum kesampaian adalah ke Toronto Career Center. Dari sana kita mencoba memposisikan bagaimana kita mestinya mendevelop pusat karir itu dan kita sesuaikan dg kebutuhan dan karakteristik kampus kita sendiri. Nah banyak hal yg bisa didapat dg melihat dan mengunjungi tempat lain itu, dan banyak sekali yang sy coba ubah policy nya. Misalnya member itu berbayar meskipun dr kamlus sendiri, itu kgs sy ubah di tahun 2012 awal itu. Melayani buat mhs sendiri kok berbayar, sesuatu yang kurang tepat. Sejak saat itu kita buat gratis dan seumur hidup. Kmd selalu mengembangkan layanan kpd mahasiswa dan alumni sebaik mungkin secara profesional sehingga semakin berpengaruh dan sangat dibutuhkan. Dari data Tracer Study untuk pertanyaan dari mana mrk mencari kerja stlh lulus itu hampir 70-80 persen mrk mencari kerja melalui ITB Career Center. Artinya ini cukup menjadi lembaga yang  sangat berpengaruh bagi alumni baru untuk mencari kerja.

Mas Sukma Lesmana
Mohon maaf ijin menambahkan yang sebelumnya diinfokan oleh mas (pak) teddy..  Bahwa untuk mengukur efektivitas program layanan dapat dilihat dari kepuasan peserta dan review dari perusahaan. Seperti yang sebelumnya telah diinfokan oleh mas iqbal bahwa kita sering mengundang perusahaan untuk melakukan sharing session dengan mahasiswa agar mahasiswa merasakan experience langsung. Kemudian mendapat tanggapan positif jika dari alumni.  
Untuk program career Development masih sedang dikembangkan dan ingin menggunakan sistem online. Karena mahasiswa binus cukup banyak untuk satu angkatan 6 ribu. Berarti sekitar 24 ribu yang harus kita urus... Sedangkan fokus sekarang tidak hanya mengurus mengenai karir..  namun juga berkaitan dengan potensi..  Bagaimana potensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan.. 

Mas Teddy Binus Career
Contoh kuantitatif: Jumlah bekerja, indeks kepuasan
Contoh kualitatif: masukan untuk kurikulum, 

Pertanyaan dr Mb Tenri Poltek ATIM Mksr:
Q3. Bgmn crx kita mengetahui efektivitas dan bergunax program kerja career service ini kepada mahasiswa?

Mas Bambang CC ITB
Kalau kami sekarang semua layanan dicoba dgn mencari feedback menggunakan instrumen questioner. Sejauh mana manfaatnya dan efektifitasnya.. selain itu kita sll berupaya menjaring kritik dan saran atau masukan2 dari mrk (mhs/alumni). Kpd perusahaan pun kita berupaya selalu minta pendapat dan saran atau masukannya spy kita selalu bisa berbenah bila memungkinkan. Salah satu kunci bila kita hendak maju menurut sy adalah kritik dan saran tu harus kita jadikan sarapan di setiap hari. Smile. Untuk hal2 yang kecil kita buat inprovement termasuk hanya meski hanya urusan toilet Smile

Q4. Bgmn membuat aware kepada mahasiswa kalau kegiatan career service ini buat mrk, sehingga mrk akan aktif ikut kegiatan career center?

Mas Bambang CC ITB
Kalau case kami kan sebetulnya sdh melayani dr dulu, ttp sy tahu persis dulu kalau ditanya ke mhs apa itu PCAD blm tentu mrk tahu. Jd hanya sedikit yang tahu krn infonya arau penetrasi informasi kpd mrk mgkn kurang ya. Ketika kita campaign dan menggunakan media2 yang menyesuaikan dg apa yang mrk pakai menjadi berubah banyak. Mengpaa kita menggunaan semua media social (dari twitter, facebook, google+, linkedin, Youtube channel, line, dst dst dan semua perkembangan baru krn kita memang hrs mengikuti market kita. Kita juga pelajari bagaimana private company memandang mhs/alumni itu sebagai aset, sehingga mrk harus kita layani sebaik mungkin dan karena semakin baik layanannya semakin meleverage persh mrk itu sendiri.

Skrg campaign itu utk pusat karir yang baru sy lihat yang cepat melakukan itu misalnya UCC (undip career center - red). Melalui semua media jg dipakai termasuk youtube. Itu bagian dr campaign. Jd kita itu hebat ya.. untuk melayani mrk dg gratis dan bermanfaat perlu campaign. Masalahnya krn mhs dan alumni itu mengalir.. jd kita memang setiap saat hrs tetap menyampaikannya krn mereka dinamis. Orangnya mengalir.

Pertanyaan dr Mb Salamah UIN Jkt:
Q5. Bgmn pandangan mas mb atas dorongan dr pak AY utk memperluas PK menjd "Center for People Development" bagi semua civitas PT, tdk hanya mhs/alumni... ttp jg mencakup dosen & karywan?

Mas Bambang CC ITB
Mnrt sy pribadi, saran dari mas AY itu agak membongkar dari peran pusat karir itu yang sdh established atau mentradisi untuk sekian lama. Sebagai saran saya sangat menerima ttp untuk lgs berubah begitu saja, perlu kita merenugkan dan mematangkannya dl. Krn itu artinya ada transformasi yang tidak sederhana. Kalau sy melihat, yang lebih penting dl adalah sejauh mana kebutuhan kita itu dulu, bagaimana aspek pelayanan itu yang sanggup kita bisa kerjakan dg sebaik2nya... dalam perjalanan kita bs lakukan improvement. 

Kalau kita membaca peran2 pusat karir di berbagai kamus di seluruh dunia, mgkn kita bisa lebih bijak mengarahkan peran pusat karir kita itu akan seperti apa. Karena itu berbeda2. Di luar neger rata2 peran konseling sangat mengemuka/mendominasi. Silahkan lihat dan amati semua pusat2 karir di berbagai kampus di seluruh dunia mas  n mba. Di NUS career center dan NTU sama sekali tidak pernah mikirin Tracer Study, setidaknya sampai sy berkunjung ke tempat mrk waktu itu. Jd variatif, tidak perlu hrs dipaksakan ttp kita mesti bijak dengan keperluan dan kebutuhan kita sendiri serta selalu membaca dari perkembangan pusat karir di manapun untuk memperluas   wawasan kita sehingga kita bisa lebih tepat/lbh cocok mengarahkan kemana pusat karir di kampus kita masing.

Balik ke mas AY, mnrt sy mencerahkan ttp kalau semuanya sprti itu, artinya peran semua civitas academica itu sprti jd kita pusat karir yg menjadi tulang punggung semuanya kan...  heheh soal people development itu artinya semua peran bakal kita mainkan dan itu betapa besar peran itu dan betapa besar energi jg yg mesti kita miliki... hmm...Jd mnrt sy kita mulai saja dari yang betul2 bisa lakukan saja dulu karena itu basic nya. Dan semakin berperan dan dan semakin meluas dan berkualitas layanan dan manfaat itu sesuai kebutuhannya maka akan semakin baik.  People development itu kan bs bagi tugas dg semua civitas academica dan unit lain di kampus.

Satu lagi utk people development, kampus itu sendiri menrt sy adalah people development.. pusat karir menjadi bagian sj dr people development itu. Hanya memang apa yang disampaikan dr pak AY mendekonstruksi peran atau tepatnya tradisi di kampus yang selama ini dilakukan. Culture nya yang boleh jadi  bs berubah.
 
S.Agung
Ide itu jujur bagi sy menarik dan menjadi tantangan baru. Sy setuju dengan semua pendapat mas2 dan mba2. Betul bhw itu adalah tugas besar dan mgkn bisa kehilangan fokus jualan yg selama ini dijajakan pusat karir. Tp terus terang ide people development center itu juga menarik mengingat bahwa selama ini peran bagian administrasi umum dan kepegawaian,paling tdk di univ saya,belum terlihat rencana dan arah pengembanagnnya. Bbrp waktu lalu sy diminta rektor utk mengkordinir 4 prodi kami utk di assess oleh AUN-QA dan alhamdulillah sdh selesai per 8 April kmrn. Salah satu kriteria dari AUN-QA adalah memastikan univ memiliki program terencana terkait peningkatan SDM,dlm hal ini academic and support staffs dan jujur bertahun2 kita tdk punya itu. Bnyk training dilakukan tp tdk terprogram dan tdk tau buat apanya,siapa yg ikut,dll. Fungsi biro SDM tdk berjalan. Dalam benak saya ketikapun center ini muncul pastinya akan ada divisi2 khusus dan pusat karir yg selama ini ada di univ mas2 dan mba2 skalian akan menjadi salah satu unit d bawah center yg besar itu. Wallahu a'lam

Teh Iis IPB
mbak Agung... 
usul Pak AY itu sesuatu yg ideal sekali. Tp Pusat Karir so far, program kegiatan dan tanggung jwb nya kan sdh buanyaaakkk ya.... hihi, let say di IPB, student body aja 27.000, tiap th wisuda 9 x 800 org = 4500 lulusan baru. Jadi dosen yg jmlh nya ribuan itu ditambah tendik yg ribuan jg, selama ini biarkan ditangani direktorat SDM ya...hehe.. jg utk mhs kan ada direktorat kemahasiswaan. Jd PK bs fokus di calon lulusan dan lulusan dulu... it my two cents ☺


*Notulen oleh Dewiyani (Universitas Parahyangan)



Attached Files Thumbnail(s)
   

  Hitungan sederhana penyelenggaraan JobFair
Posted by: dequa - 25-May-2016, 10:29 AM - Forum: Career days - No Replies

Assalaamu'alaikum wrbw
 
Perkenalkan saya deka isnadi dari  ECC UGM. Perkenankan saya menyampaikan satu hal sederhana dalam perencaan Job Fair. Dari pengalaman di ICCS kemaren saya melihat ada bbrp lembaga yang belum pernah menyelenggarakan JobFair. Biaya untuk mengadakan job fair sebenarnya tidak banyak:
1. Sewa Gedung 
    Misalnya sewa gedung termasuk kursi dan listrik 40 MRp (Mega Rupiah). Setelah dibuat denahnya ternyata bisa 40 booth berarti biaya per booth 1 MRp. Akan lebih baik kalau gedungnya gratis  Big Grin
[Image: orig_1440646931_peta_cd18.jpg]
2. Booth / Partisi
    Biaya sewa partisi biasanya di sekitar 50 KRp/m2 (Kilo Rupiah) jadi kalo masing2 booth ukurannya 3x3 m2 maka biaya per booth adalah 450 KRp
[Image: HTB1HXr2HpXXXXcXXXXXq6xXFXXXk.jpg]

3. Konsumsi 
    Setiap booth perusahaan mendapat snack dan makan siang utk 3 orang. Snack @15KRp dan makan @30 KRp jadi per booth 3x(15+30)KRp= 135 KRp/booth
Biaya tambahan (optional)
4. Pendingin tambahan 
    Biaya sewa pendingin tambahan itu biasanya sekitar 150 KRp/PK/8jam, satu unit AC standing itu biasanya 5 PK jadi 750 KRp/hari dan biasanya sewa hari kedua lebih murah. Tapi masih harus sewa genset untuk AC sekitar 2 juta/12 jam. Anggap saja kita perlu 8 unit tambahan pendingin berarti 750KRp x 8 = 6 MRp utk hari pertama dan 3 MRP hari kedua (hari kedua diskon 50%) tambah sewa genset 4 Mrp jadinya biaya pendingin 13 MRp dibagi 40 booth menjadi 325 Krp/booth
[Image: harga-ac-Changhong-standing-floor.jpg]
Biaya lain
5. desain dan cetak proposal
    karena sekarang sudah era digital biasanya kami cetak cuma sedikit saja (itupun diprint biasa) lebih banyak yang softcopy. Ditentukan saja 1 Mrp
6. Publikasi
    Dulu memang kami pasang banyak baliho poster, spanduk iklan, koran radio. Tapi karena basis komunitas di social media sudah banyak biaya publikasi sudah sangat berkurang. Dianggarkan saja 8 MRP
7. Branding Event
    Pembuatan welcome gate, spanduk selamat datang, umbul dll. Misalnya dianggarkan 12 MRp
8. Panitia mahasiswa 
    Biaya untuk panitia adalah 290 KRp jumlahnya menyesuaikan jumlah perusahaan.
    - kaos (optional, bisa pake jas almamater) sekitar 50 Krp
    - konsumsi makan siang sekitar 20 Rb
    - fee (optional) sekitar 100 rb / hari
9. Biaya lembur karyawan career center. perkiraan sekitar 4 Mrp

Jadi biaya HPP perbooth adalah 450KRp+135Krp+325Krp +290 Krp =1200 KRp
Biaya tetap adalah 40MRp +1 Mrp + 8 MRp +12 Mrp + 4 MRp = 65 MRp

Simulasi:

Biaya sewa yang diberikan ke perusahaan adalah 3,5 MRp dan booth yang berhasil disewakan adalah 35 booth
maka pemasukan adala 122,5 MRp
HPP = 1200KRp x 35  = (42 MRp)
Fix   =                         = (65 MRp)
Saldo                          = 15,5 MRp

Demikian sedikit tulisannya saya semua data hanya perkiraan sederhana saja. Setiap daerah pasti harganya berbeda. Pasti ada biaya lain-lain seperti transportasi, komunikasi, Cocard, keamanan, opening ceremony, dll

terima kasih

NB: untuk melihat dokumentasi Career Days UGM silakan mampir ke channel youtube kami https://www.youtube.com/channel/UCpZ8jpe...IbT9344N6Q




  Thursday WhatsApp Discussion: Entrepreneurship (April.21.2016)
Posted by: tutus.kusuma - 10-May-2016, 10:55 PM - Forum: Entrepreneurship - No Replies

Fasilitator: Widyastuti (ITS)
Moderator: Epy M. Luqman (Unair)

Wiwit ITS: Assalamuaalikum Mas Mba, Akang Teteh sekalian, salam kenal..saya Wiwid asistennya mas wir
Wiwit ITS: Hari ini, kita akan berdiskusi tentang kewirausahaan..harusnya fasilitator hari ini adalah Teh Iis yang ASELI Saudagar..monggo Mas Mba kalo ada yang hendak didiskusikan ?...atau pada capek habis karnaval peringatan hari kartini☺

Nuni Gofar: Mau tanya mba Wit.. gimana caranya ya agar  mhs yg dapet KWU atau PKMK bisa lanjut menjadi wirausaha muda. Sayang tuh.. terkadang mereka cuma mau ambil duitnya aja.. terus sekali jalan, di monev, selesai deh

Wiwit ITS: fasilitator kewiarusahaan artinya siap memfasilitasi yang ingin jadi pengusaha...begitu ya mba Nuni...wah pertanyaan yang sangat mendasar...mba nun

Nuni Gofar: Hehe.. pertanyaan mancing ..

Ary : Aslm..slmt mlm mba Wit... Bagaimana strategi penguatan kewirausahaan mhsw di prodi2 Ilmu sosial?? Skalian bagi trik2x bgm carax agar bisa lolos hibah Program Co-op dari dikti.

Wiwit ITS: Saat ini di Indonesia pada umumnya masih memiliki frame berpikir bahwa menjadi "pegawai/ pekerja" lebih bisa diterima bagi banyak orang. misalnya untuk pertanyaan calon mertua : "mas ini kerja dimana ya ? "...saya jadi arsitek pak... alasan itu mudah diterima oleh calon mertua dibandingkan jawaban "saya sedang berwiarusaha mengembangkan produk industri kereatif pak"...lho kalo begitu gaji perbulannya tidak tetap ya mas... Nah jadi salah satu hal yang menjadi tantangan pengembangan kewirausahaan adalah motivasi untuk berwirausaha. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun motivasi yang lurus dalam berwirausaha. Langkah kedua dalah pendampingan mba Nun...artinya adek2 mahasiswa yang sudah mendapatkan dana PMW, KWU, PKMK harus didampingin dalam pelaksnaan kegiatan kewirausahaan mereka

Bambang itbcc: Kalau sy tanya blh ya mba wid eh moderator siapa ya mba.. Pgn tahu pengalaman its dan ipb bagaimana mengimplementasikan program kewirausahaan dari dikti PMW.. sejak tahun 2010 hingga 2015 dan kalau ada improvement2nya. 

Tohirin: Iya mas, mbak teteh dan akang sy punya teman sudah direktur CV dan omsetnya sudah ratusan juta ketika pulang kampung karena bukan peg negeri dianggap belum kerja gemana tu ya???

Albert: Mbk wit bagaimana mengelola mhs kedalam inkubator bisnis, serta strategi untuk lolos hibah IBT (Inkubator bisnis teknologi)? ? suwun.

Wiwit ITS: Ini kalo di ITS yang program PMW, kita coba buat mekanisme khusus mba-mas sekalian. Pertama meskipun dana PMW dari pemerintah sifatnya hibah. tapi di ITS kita membuat aturan (buku pedoman PMW sendiri) bahwa dan PMW adalah pinjaman dari ITS dan harus dikembalikan. Jadi ada kontraknya dan jaminannya ijazah..Pelaksnaan PMW dilakukan selama 2 tahun. setiap 6 bulan sekali kita adakan monev... cara penilaiannya adalah dengan skoring. misalnya pertanyaan "apakah usaha anda masih berjalan ?" angka 4 untuk yg masih berjalan dengan baik dan menguntungkan, angka 3 untuk  berjalan tapi tdk menguntungkan hanya impas, angka 2 untuk berjalan tapi merugi dan 1 untuk tidak berjalan...nanti terakhir di bawah ada kategorisasinya...jika nilai antara rentang sekian sampai sekian maka usaha diteruskan, jika kurang, bisa sampai ditutup dan mengambalikan aset. Jadi nanti tim pembina KWU yang malaksanakan monev dan memberi keputusan. kita juga membuat simkwu@its.ac.id, sehingga seluruh proposal laporan progres dll terdokumentasikan...selain itu kita juga membuat pasal dalam kontrak bahwa jika usaha berjalan baik berdasarkan penilaian reviewer maka dana pinjaman modal diberikan sebagai hadiah untuk tambahan modal. Bagi yang usahanya stagnan dari hasil penilaian reviewer (semacam tim peneliai dari bank) maka harus mengembalikan aset dengan nilai yang dirumuskan tim reviewer... Jadi semacam pendekatan didunia usaha.... memang pengembalian dana PMW tidak bisa seratus persen misalnya dulu pernah dana modal awal 700jt...nanti baliknya hany 350jt...dana pengembalian PMW ini diputar kembali untuk enrichment program seperti....pelatihan marketing online, studibanding ukm dll, bagi tenant lama maupun baru...

Ibrahim Unmal: Ada mahasiswa Unimal mampu membuat marketplace dg core bisnis kerajinan rakyat, disana akan mempertemukan penjual dan pembeli di maya (kayak olx, tokopedia, dll)...Selain itu ada yg sdh mampu membuat e-voting dll http://www.lintasnasional.com/2016/03/17...m-e-voting. Untuk pengembangan usaha menjadi skala besar tentu butuh anggaran yg lumayan besar. Kami akan mencoba ke IBT Dikti, tapi mgkin terbatas krn seluruh Indonesia hanya ada anggaran untuk 25 tenan. Adakah info dana dari sumber lainnya ?

Rini PJK USU: Selamat malam mba dan mas IDCC maaf boleh nimbrung ya krn masalah kws jd topik penelitian sy di dikti dan topik disertasi sy yg buat heboh d malaysia krn hsl riset membuktikan bhw makin d ksh kuliah kws minat mhsw menjd ent makin menurun hehehe sptnya salah materi .. Penelitian sy PUPT dr dikti skr jalan thn ke 2 menyatakan bhw pendidikan kws terlalu pake pikiran alam sadar .. Dan utk menjd wirausaha sukses lbh besar pengaruh pikiran bawah sadar ... Skr lg riset tahun ke 2 metoda pendidikan kws melalui pikiran bawah sadar dan pikiran alam sadar .. Mhsw gak teruskan berwirausaha walo sdh dpt dana dikti krn belum punya mimpi besar menjadi pengusaha sukses .. Jd gitu tamat dpt ijazah ada loker PNS jd stop deh bisnis nya

Wiwit ITS: Untuk pngembangan PMW maupun PKMK 2010-2015...salah satunya kita mulai dr evaluasi mas. contohnya dulu PKMK ITS...dari 100 proposal yg gak lolos desk 86an...trus kita cari knp. Ternyata...bnyk yg susah mnemukan ide bisnis.mnentukan segmntasi pasar dll...pnyakitnya selalu mulai dr sy buat produk trus tak jual...eh ternyata tdk laku dipasar.

Rini PJK USU: Mulai bisnis dg metoda kanvas mbak .. Jangan mulai dr produk tapi liat masalah d masyarakat .. Baru kita buat ide bisnis sesuai dg minat .. Jangan ikut2 an dan jangan krn kita bs buat produknya tapi konsumennya dulu yg d bidik. Maka yg sukses d usu adl gita mhsw D3 mipa yg buat kopi utk sakit gula dan sdh ekspor ke mana2.. Di awali dg ayahnya yg kena diabetes. Skr omzetnya udh milyar mslhnya sklnya stop hehehe sy bilang tak apa .. Bill gates juga DO dr harvard univ ..

Ary: Tantangan utama bagi mhsw atau alumni untuk berwirausaha adalah resiko...gmn solusinya  tuh mbak Rini??

Rini PJK USU: Wirausaha utk ilmu sosial sangat banyak skr yg sdg top adl sociopreneurship .. Pengusaha sukses aja pun jatuh bangun .. Liat bakri yg hancur krn lapindo dll tapi beliau tetap eksis karena mimpi yg besar ... Yg buat jd tangguh dan tetap semangat membangun bisnis nya .. Skr pengusaha hancur2 an dg sistim dan kondisi yg tak menentu tapii mereka tetap eksis .. Krn kekuatan pikiran bawah sadar .. Yi MIMPI .. Jd setuju dg mas siapa ya td yg bilang .. Mhsw perlu motivasi utk ber wirausaha .. Resiko bukan dihindari tapi dihadapi dg kekuatan yg lbh besar .. Yi kekuatan SQ .. Doa dan usaha .. Rini PJK USU: Makanya buat bisnis plan .. Shg mulai dg resiko yg tertanggung ... Jangan napsu banget mbak hehehe

Wiwit ITS: Jadi selain niatan yang harus kuat, ternyata berwirausaha butuh ilmunya juga. kalo diITS, kita coba tiga Tahap Mas Mba..Tahap 1 semester 1-2..mahasiswa diberi materi dasar kewirausahaan seperti (bagaimana menemukan ide bisnis, memebaca peluang pasar, membuat/menulis proposal bisnis dll) trus di minta praktek sampe bisa jualan produk apa saja. Pelaksnanay adalah Perekonomian BEM bersama KWU (HMJ). Tahap kedua (semester 3-4) adalah pembinaan di UKM kewirausahaan dan Kopma. bisa bergabung di PMW dan PKMK. Tahap ketiga (5-6) di kuliah Wajib ITS Technopreuneurship (3 SKS) oleh mata kuliah umum dan tahap akhir oleh inkubator bisnis LPPM. Jadi 3 tahap berbasis kurikulum, berbasis kegiatan mahasiswa dan berbasis riset. Untuk yg kurikulum/ dimata kuliah...bisa didetailkn  seperti contoh ini. Kl yg berbasis kegiatan mhsswa bs sprti ini

Rini PJK USU: Mbak ini utk yg sem awal?? Masalahnya apa boleh makul kws sampe ada di tiga sem?

Wiwit ITS: Ngih mba rini...mba mas semua sebenarnya sy sdg mnyusun buku ttg pngembngn kewirausahn.buku  sdh slsai dan cetak.sdgkn 2 sdg proses.monggo nnti di working grup bs dishare...susah.ngeshare pakai WA krn terbatas.

Rini PJK USU: Saya juga baru siap buat buku pendidikan kws sbg bahan ajar riset thn ke 2 mbak .. Jd metoda ajar dan hasilnya baru akan d laksanakan setelah dana turun .. Sdg bahan ajar udh d buat utk riset thn 1

Wiwit ITS: Kl di ITS mata kuliah technopreneur (3SKS) diberikn disemester 5-6..kl yg lain lain dibantu Perkom BEm&KWu jurusan maupun diintegrasikn dgn inkubator lppm. Untuk mas ari kendari...arah kewirausahaan mmng dpt disesuaikn dgn bidang keilmuan masing masing..yg sosial bs sperti sosiopreneur..yg technology bs technopreneur

Ibrahim Unmal: Menarik mba rini, sebaiknya kalo ada link hasil penelitiannya dishare aja ke group, kasian ntar nba bisa pegel tangannya

Ary : Sosiopreneur itu yg sprt apa contohnya mbak?? Idealnya selama kuliah itu..brp kali mhsw mendapat matakuliah kewirausahaan mbak??

Elly Unair: Ikut nimbrung kàlo di unair bbrp prodi kwu terintegrasi pd mata kuliah jd tdl berďiri sndiri. Profit dan kemanfaatan unt orang banyak seimbang. Difinisi singkat sociopreneur. Dampak ke masy sangat terasa...tetapi pelaku tetap dpt keuntungan

Wiwit ITS: Sosiopreneurship kadang mmng masih debatable.. apkh sama artinya dgn gotongroyong/kerjasosial jg.Memang Secara sederhana berasal dr kata social&entrepreneurship..artinya berkaitan dgn masalah sosial tp dpt bernilai bisnis jg misalnya program melukis harapan yang digagas untuk mengubah wajah ex lokalisasi doli...berubah menjadi kampung harapan..dimana didalamnya ada kegiatan ekonomi, penghasil beberapa varian produk, sentra pujasera , kampung wisata tematik dll. Contohnya ini mas ary..platihan pngolahan rumput laut smpai jd produk jual..bernilai ekonomi

Wiwit ITS: Berwirausaha memang unik mas mba..selain merubah mindset jg mmbangun skill tertentu terhadap pelaku..secara diagram seperti ini. Bisa diakses di http://trepcamp.org/ecm. Kl kata lagu dangdut..."percuma saja berlayar kl takut tenggelam"...sebenarnya para entrepreneur..adalah pelaut tangguh??

Ary: ...kami pernah meminta pandangan mhsw ttg berwirausaha...rata2 mengatakan takut dgn resiko..sulit mendapatkan modal, mslh persaingan...dan bgm membuat branding produk biar mudah dikenal konsumen

Wiwit ITS: Untuk mas Albet..agar lolos hibah inkubator...pertama hrs sesuai format, selanjutnya deskripsi ttg program yg ditawarkn hrs jelas dan terukur misalnya apa sj kpinya.bgm metode mncapainya.bgm mngevaluasi..demikian jg untuk yg Co-op(Reviewerdikti,2016). Tenang mas kl laundry sj ada mode "Dry clean"?. Mnjadi wirausaha adalah salahsatu pilihan karir...shngga dibeberapa  universitas, pngembangan kewirausahaan diletakkn tanggjwabnya di pusat karir..monggo Mas/mba mngembangkan lbih lbh jauh ttg kewirausahaan..

Ary: Mksh pencerahanx mbak..

Rini PJK USU: Wah senang berbagi ilmu d grup ini .. Baik mas IQ ntr d bagi share hsl riset thn 1 nya ya .. Maaf malam ini mohon pamit dulu mau buat bahan presentasi .. Udh ok kok smua mslh kws nya .. Dan kws itu seni shg tdk baku 1+1=2 tapi bisa suka2 jd 11 ok jd 111 juga monggo .. Yg penting laba hahahaa dasar wong medan madut yaa. Tks sama2 mas dan mbak smua .. Really happy to have all of you in this very special group ...

Wiwit ITS: Baik mas/mba sekalian..trimakasih jg untuk perhatian &sharing2nya.smg bermnfaat,mhn maaf atas ksalahan...trmasuk lirik lagu dangdutnya..trnyata takut gelombang  bukan tenggelam...tp gelombang atau tenggelam sama saja yg pnting untung

Rini PJK USU: Mbak laa .. Ikut seminar int'l di hotel milenium tg 30 april ini ada ttg kws .. Paper sy accepted pula utk presentasi .. Hehehhe jadi nambah gawe ..

Bambang itbcc: Mksh sharingnya mba wid... Baru baca dirapel.. Indonesia Career Center Summit 2016: Teaser #3The upcoming event of Indonesia Career Center Network in 2016: The 1st Indonesia Career Center Summit that will be held in Institut Teknologi Bandung on May ...www.youtube.com.  https://youtu.be/1Fy0GuEBdrA. Itu mba wid barangkali ada yg blm tahu yg mana... gabung yuk.. cepetan di career center summit ...

Nuni Gofar: Subhanallah... terimakasih mba Wit, mba Rini, mba Elly... telah menjadi fasilitator kewirausahaan malem ini. Pencerahannya sangat mendalam.. sukses menjadi wirausaha buat semuanya ??

Rini PJK USU: Tks mba prof nuni sdh undang sy d grup ini.. Sy jg bnyk belajar dan dpt bnyk ilmu dsni...

Elly Unair: Sedikit tambahan dalam setiap kesempatan membangun jiwa entrpreneur pd mhs...km kemukakan 4 macam entrpneur dr pak Ciputra. Ttg sosialprnr senantiasa km suarakan pd prodi pelayanan masy ( fk, fkg, keprawatan dl) spy tdk terjebak membisniskan profesinya

Bambang itbcc: Trmksh jg mba Rini dan mba Elly..sharing nya.. ??

Epy M Lukman: Selamat pagi teman2 semua....mohon maaf saya tdk bs menjalankan amanat sbg moderator kemarin. Terima kasih atas semua pencerahan yg luar biasa dg harapan kita msh tetap semangat mendampingi mahasiswa untuk mendapatkan karir yg cemerlang sesuai harapan mereka. Amin..

Syarifah Iis IPB: semangat mas Epy... Selamat Hari Bumi, utk semuaaa...  mbak Wid... thx berat yaa.. utk semalam... sharing yg kerennnn... Pada keren lah, semuanya, mbak Wid, mbak Rini.. dan semuanyaaa... 

Wiratno ITS: Suatu pertanda bhw member ICCN makin mem"BUMI" di HARI BUMI 22 April 2016

Nurhadi ECC UGM: Luar biasa, saya manjat dari atas...Mas dan Mba semua matur nuwun... Semoha ALLAH perbanyak orang2 spt mas dan mba ini, shg generasi kedepan semakin tangguh...

Ibrahim Unmal: Untuk pengembangan usaha menjadi skala besar tentu butuh anggaran yg lumayan besar. Kami akan mencoba ke IBT Dikti, tapi mgkin terbatas krn seluruh Indonesia hanya ada anggaran untuk 25 tenan. Adakah info dana dari sumber lainnya ?

Nurhadi ECC UGM: Ruaaar biyasaa Mas IQ... Sukses itu menular.. Semoga menular kpd mahasiswa yg lainnya dan juga dosennya...?

Wiwit ITS: Bs dgn lembaga donor mas IQ..dr CSR perusahaan/bank dll..

Nurhadi ECC UGM: Mas IQ, silakan mahasiswanya ikut uji nyali di endeavor, coba googling ada, akhir bulan Mei akan ada event endeavor dgn ECC UGM...*googling endeavor, Kalau tidak ikut event yg di UGM bisa mendaftar online langsung di endeavor...
Ibrahim Unmal: Yayaya... Siap Mas Nur, mgkin dg kolaborasi inovasi generasi emas Indonesia kita kita perlu antri lagi di tps waktu pemilu krn sdg di kamar mandi juga bisa nyoblos hehehe

Rini PJK USU: Selamat pagi mas mba IDCCN .. Happy Friday .. USU akan membuat digitalpreneur kerjasama dg telkom .. Mungkin univ lain nanti mau ikutan monggo akan sy link kan ke telkom nya .. Tapi ini baru uji coba hehehehe belum uji nyali .. Ntr klo sukses saya kabarkan.

Nurhadi ECC UGM: Mba Rini...  Info dan kolaborasi TOP, silakan disambut Mas IQ...

Rini PJK USU: Monggo mas kalau ada CC yang berminat ntr sy ksh tau ke org telkomnya spy mrk hubungi univ nya

Nurhadi ECC UGM: Atau canvas model business nya bisa dipublish disini Mas IQ, siapa tahu saya minat jadi investor hehhehe atau mas mba lainnya tertarik jadi investor atau punya teman investor..

Nurhadi ECC UGM: Alangkah indahnya, kalau working group waktu di summit besok ditampilkan usaha muda yg dibina di mas dan mba semua, dari pembuatan business model smp perjalanan implementasi kmdn sukses dan bahagia dishare ktk working group sesi entrepreneur...

Rini PJK USU: Model canvas itu adalah model mencari ide bisnis mas .. Ada email yg bs sy kirim kolom2 nya .. Walo sy yakin mba mas disini udh bnyk yg pakai metode ini .. Kebetulan sy di kirim indosat 2 thn yl utk ikut training kws ttg canvas model ini d seattle amrik..

Ahmad Fahmi: ok. saya pengelola carier centet univ negeri malang (mantan ikip). slama ini juga mengelola PMW. PMW ditempat saya, kami berikan hibah ke mahasiswa. selain itu dpt dana CSR dr bank (tempat mahasiswa qt bayar spp). Dari mandiri 200 jt & dr Bank Jatim 100 jt utk utk modal usaha, Sedangkan bank yg lain yg ada di UM (BNI & Mandiri) kami dpt mobil dinas (avanza & kijang) & Elf (isi 14 penumpang). Semuanya uang modal usaha, kami hibahkan ke mahasiswa. Mangkanya kami pingin belajar bagaimana mengelola agar bisa berputar.

Fiktor Tarigan: Keren mbak Rini jgn lupa ya tetangga

Albert: Betul mbk rini... di UNILA jg sedang kerjasama dgn PT. Telkom. Terkait pengelolaan UMKM di kampus. Dengan nama Gabuwira unila kampung digital... smoga bisa saling berbagi informasi mbk rini.

Nurhadi ECC UGM: Mba Rini dan Mas Ahmad, silakan aplikasi online bisa dinikmati di http://canvanizer.com untuk pembuatan model bisnis... dah komplek dan komplit di http://canvanizer.com untuk pembuatan model bisnis, ide dll... dan bisa dikerjakan bersama satu team walaupun berbeda tempat.... banyak aplikasi keren yg bisa dishare kepada mahasiswanya, dan kita bisa cek online juga sudah sampai mana perkembangannya, kalau kita tahu perkembangan termasuk didalamnya permasalahannya kita bisa ikut membantunya atau mencarikan mentor atau coach yg tepat.... selamat mencoba, dan semoga sudah bisa ada yg dishare di Working Group entrepreneur dari pembuatan model bisnis smp dgn implementasinya yg benar-benar by design oleh pusat karir atau lembaga terkait yg membidangi wirausaha...

[Image: attachment.php?aid=56]

*notulen: Nuni Gofar



Attached Files Thumbnail(s)