• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kulwap 15 Mei 2017

#1
5/15/17, 8:04:00 PM: Teddy Budiwan: Mas Michael, Terima kasih atas kesediaannya untuk berbagi ilmu dengan ICCN.
5/15/17, 8:04:32 PM: ‪+62 822‑9781‑0170‬: Hadir.. ☝Ready for the class..
5/15/17, 8:04:55 PM: Michael Shell: Sama-sama. Senang sekali kenalan dengan para pegiat peningkatan kualitas SDM Indonesia
5/15/17, 8:05:37 PM: Teddy Budiwan: tema kita malam ini adalah:
5/15/17, 8:05:57 PM: Teddy Budiwan: 1. *Pandangan mas Michael terhadap peran Pusat Karir dlm mempersiapkan mahasiswa menjadi calon pekerja*

2. Karakter Utama yang perlu dimiliki lulusan untuk unggul dalam persaingan global
5/15/17, 8:06:29 PM: Teddy Budiwan: saya ijin melanjutkan ke pertanyaan pertama ya
5/15/17, 8:06:37 PM: Teddy Budiwan: sebelumnya,
5/15/17, 8:06:44 PM: Teddy Budiwan: mungkin agak berbeda
5/15/17, 8:07:00 PM: Teddy Budiwan: apakah ada pertanyaan dari mas Michael ke Mas Mba sekalian?
5/15/17, 8:07:02 PM: Michael Shell: Silakan, Mas Teddy.
5/15/17, 8:07:35 PM: Michael Shell: Mungkin nanti saja terakhir, Mas. Your questions first.
5/15/17, 8:07:42 PM: Teddy Budiwan: Baik Mas
5/15/17, 8:08:17 PM: Teddy Budiwan: [1] Karakter lokal seperti apa yg membuat kita lebih unggul dibandingkan lulusan dari luar negeri... 
Dan bagaimana pusat karir berperan untuk mendorong ataupun mengasah karakter itu sehingga tidak tenggelam dalam persaingan global…
5/15/17, 8:08:40 PM: Teddy Budiwan: silahkan mas Michael
5/15/17, 8:09:50 PM: Michael Shell: Sulit untuk generalisasi karakter lulusan se Indonesia, bahkan generalisasi satu kampus saja sulit, kan? 
Tapi mungkin secara umum sifat orang Indonesia adalah: adaptability dan humility. 
Different jobs require different characters. Pusat karir bisa berperan dalam mengidentifikasi karakter2 profesi yg berbeda itu (sifat dominan seorang marketer tentu berbeda dengan peneliti). Apalagi di era saat ini dimana tipe pekerjaan dan perusahaan semakin beragam. 
Dalam konteks persaingan global, lulusan kita sering kalah dalam bidang (1) proper English, (2) assertiveness, (3) general knowledge, dan (4) ability to prioritize relevant information in presentation. 
Elemen 1, 3, dan 4 bisa banyak diatasi dengan lebih sering membaca, terutama literatur bahasa Inggris - baik jurnal akademis maupun jurnal / majalah / koran berita populer. Tantangannya adalah membuat membaca menjadi sebuah kebiasaan, terutama bagi generasi milenial yang cenderung hanya ingin membaca materi-materi pendek (misalnya Twitter, artikel internet) sehingga kehilangan kemampuan mengolah data / bacaan yang dalam dan panjang.
Elemen 2 (assertiveness) lebih banyak dipengaruhi faktor kultural, dimana sering dirasa bertentangan dengan humility. Padahal, assertiveness bukanlah sombong atau angkuh, melainkan sikap firm terhadap posisi atau pandangan yang diambil, serta kemampuan menjelaskannya dengan lugas. Dan ini bisa dilatih dengan sering berdiskusi yang berkualitas.
Jadi, selain tentunya hal-hal baik yang sudah banyak dilakukan career center dalam menghubungkan dengan perusahaan dan peningkatan skills, tolong jangan dilupakan pembinaan keempat bidang tadi - yang tidak lain adalah membaca dan berdiskusi dalam bahasa Inggris. The key to success is to transform these skills into habit.
5/15/17, 8:11:45 PM: ‪+62 852‑2446‑0409‬: ??
5/15/17, 8:12:52 PM: ‪+62 821‑6735‑5474‬: ???
5/15/17, 8:13:23 PM: Farleven: Wow.. ??
5/15/17, 8:13:45 PM: Teddy Budiwan: Saya setuju Mas, assertiveness itu dianggap sama dengan sombong atau angkuh. Tapi saya melihat mas Michael menggabungkan antara firm dan menjelaskan sesuatu dengan lugas.
5/15/17, 8:14:36 PM: Teddy Budiwan: Saya jadi ingat mas Nur atauas Tutus bercerita kalau mahasiswa Jogja sering dikeluhkan pemalu, padahal mungkin maksudnya tidak ingin sombong.
5/15/17, 8:15:02 PM: Michael Shell: Sebenarnya kunci untuk bisa asertif adalah percaya diri.
5/15/17, 8:15:12 PM: Nurhadi: Iyep, betul Mas Ted dan Mas Michael….
5/15/17, 8:15:23 PM: Michael Shell: Kadang kita bersembunyi dibalik perasaan "tak mau sombong" padahal sebenarnya kurang percaya diri.
5/15/17, 8:15:31 PM: Prof Nuni Gofar: Setuju mas.. sebetulnyo bukan sombong, tp kurang pede jadinya diem deh
5/15/17, 8:15:48 PM: Prof Nuni Gofar: Naaah... kok seide mas? ?
5/15/17, 8:16:09 PM: Michael Shell: ?
5/15/17, 8:16:23 PM: Prof Nuni Gofar: Bisa juga ya generasi tua sama pemikirannya sama anak muda? ?
5/15/17, 8:16:50 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: setuju mas kurang PD
5/15/17, 8:17:09 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: tp berjiwa muda mbak prof
5/15/17, 8:17:37 PM: Michael Shell: Tua - muda itu relatif. Adaptable atau tidak itu absolut. :p
5/15/17, 8:17:52 PM: Prof Nuni Gofar: ???
Betultultulll
5/15/17, 8:17:54 PM: Farleven: ??
5/15/17, 8:18:22 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: ada yg masih muda tp berjiwa tua
5/15/17, 8:19:20 PM: Michael Shell: Mungkin masukan tambahan untuk career center dalam membangun kepercayaan diri. Rumusnya sederhana: Confidence = content + benchmark with others.
5/15/17, 8:19:54 PM: Michael Shell: Jadi, mahasiswa itu perlu yakin dulu mereka itu punya content, dan mereka tidak kalah dengan orang lain. Bagian kedua nya ini perlu sering benchmarking dengan pihak luar (kampus lain, bahkan internasional sekali pun)
5/15/17, 8:20:09 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: mengenai benchmark adakah batasan agar efektif
5/15/17, 8:20:22 PM: Michael Shell: tunjukkan bahwa mau orang Jakarta, Yogyakarta, Padang, Sulawesi, ya berkutat dengan hal yang tak jauh beda
5/15/17, 8:20:33 PM: Michael Shell: Tergantung bidang.
5/15/17, 8:21:02 PM: Michael Shell: Kalau bidangnya teknik mesin, ya coba cari fakultas teknik mesin yang kira-kira tidak jauh peringkat nya.
5/15/17, 8:21:45 PM: Michael Shell: Kalau mau benchmark English competence, coba ikut English Debating competition antar universitas ... di Indonesia kan udah mulai banyak
5/15/17, 8:21:54 PM: Teddy Budiwan: mas Michael ada saran ngga untuk Career Center atau Uninya yang terbatas?
5/15/17, 8:22:14 PM: Michael Shell: Dan kalau di benchmark kelihatan content nya masih kurang - jangan malah jadi turun semangat, tapi justru jadi acuan target untuk peningkatan. THat's how we progress.
5/15/17, 8:22:30 PM: Teddy Budiwan: maksudnya budget nya terbatas
5/15/17, 8:22:30 PM: Michael Shell: Terbatas dalam hal apa nih Mas?
5/15/17, 8:23:01 PM: Michael Shell: Perlu lebih spesifik, Mas Teddy - budget terbatas, tapi mau melakukan apa misalnya?
5/15/17, 8:23:08 PM: Farleven: Banget.. Melatih kekritisan dlm berfikir.. Dan presentasi.. ?
5/15/17, 8:23:33 PM: Teddy Budiwan: kan Mas mention tadi, benchmark. Justru itu tujuan ICCN, saling menguatkan.
5/15/17, 8:24:14 PM: Teddy Budiwan: Tapi untuk saling bertemu, saling berbagi, kan butuh resource.
5/15/17, 8:24:28 PM: Michael Shell: Manfaatkan internet sebesar2nya, seperti forum malam ini yang menurut saya sangat inovatif (meskipun jadi inget zaman chatroom MIRC :p).
5/15/17, 8:25:16 PM: Nurhadi: ehhmmm MIRC apa itu ya mas…. #pura-pura muda banget
5/15/17, 8:25:31 PM: Michael Shell: Begini, dalam organisasi apapun, resource is always scarce. Skala nya saja beda. Di Shell pun meskipun annual investmentnya diatas 20 milyar dollar, tetap saja resource akan scarce. But that's a good thing. Scarcity of resources drives innovation.
5/15/17, 8:27:15 PM: Michael Shell: Tinggal attitude kita gimana menghadapinya. Bisa dua: cari tambahan resources dan intensifkan resource yang ada. Obvious lah kalo ini. Dalam konteks career center, fundraising saya kira bukan hal baru. Fundraising besar dan kecil harus dilakukan. Fundraising besar berarti you need to capture the big fishes. Cari tau big fishes yang dekat dengan kampus masing-masing itu apa, dan cari tau apa yang bisa kalian tawarkan ke mereka.
5/15/17, 8:27:15 PM: Prof Nuni Gofar: Kereeennn ????
5/15/17, 8:27:54 PM: Teddy Budiwan: mungkin dalam hal ini, hubungan yang baik dengan alumni dan perusahaan menjadi penting sekali ya Mas, untuk dijaga
5/15/17, 8:28:10 PM: Farleven: Keren.. ??
5/15/17, 8:28:42 PM: Tenri Sidehabi: Mantap mas Michael...terbuka mata...?
5/15/17, 8:29:24 PM: Michael Shell: True, but never let yourself depend on your alumni. Itu bisa tidak sustainable. Yang paling sustainable adalah depend on your own strength. Bangun kapasitas internal career center yang kuat, dan pastikan regenerasi tanpa menggerus kualitas.
5/15/17, 8:29:59 PM: Teddy Budiwan: terus terang saya mengakui, sebagai uni swasta, rasanya hubungan dengan alumni adalah sesuatu yang mahal dan jarang.
5/15/17, 8:30:08 PM: Michael Shell: Semoga. Kalau bisa ngetik sambil merem, saya mau diajarin dong Mas/Mbak ... Big Grin
5/15/17, 8:30:44 PM: Teddy Budiwan: mas Michael, di sini ada yang Career Centernya hanya bertiga untuk 30ribu mahasiswa aktif *sikut Yuk @6282183462246
5/15/17, 8:30:44 PM: Nurhadi: Ini kalimat kunci yg powerful….
5/15/17, 8:31:14 PM: Nurhadi: ???
5/15/17, 8:31:28 PM: ‪+62 822‑9781‑0170‬: Bagaimana dengan element integritas mas? Kalau tidak salah, di hasil user study ITB tahun lalu ada lack of integrity yang ditemukan users pada alumni.
5/15/17, 8:31:36 PM: Farleven: Hahaha
5/15/17, 8:32:06 PM: Michael Shell: Hebatt!! Ngga apa2, dulu kabinet pertama Soekarno juga cuma sedikit kok tapi melayani jutaan warga.
5/15/17, 8:32:19 PM: Teddy Budiwan: terima kasih Mas.
5/15/17, 8:32:26 PM: Teddy Budiwan: saya lanjutkan ke pertanyaan kedua ya
5/15/17, 8:32:39 PM: Michael Shell: Integrity dari lulusannya?
5/15/17, 8:32:53 PM: Teddy Budiwan: [2] 
1. Background pendidikan seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan mas michael utk dapat diterima pada divisi/department yang mengurusi CSR? 
2. Apa kompetensi yang dibutuhkan agar para lulusan baru dapat diterima kalau ada lowongan di shell? Apakah membutuhkan karyawan yang berpengalaman? Kalau iya, berapa lama dan apakah di perusahaan sejenis? 
3. Kalau boleh tahu, Seberapa besar CSR Perusahaan Shell dialokasikan ke dunia pendidikan? Dan seperti apa bentuk CSR yang diberikan ke pendidikan tersebut.
5/15/17, 8:33:01 PM: Teddy Budiwan: oh maaf silahkan
5/15/17, 8:33:39 PM: ‪+62 822‑9781‑0170‬: Iyaa mas
5/15/17, 8:36:01 PM: Michael Shell: Jujur saja, kalau masalah integritas, kita harus bisa menerima tidak banyak yang bisa dilakukan pada tingkat kuliah. Itu semua berawal dari rumah dan keluarga sejak kecil. Palingan yg bisa dilakukan adalah pengawasan ketat dari institusi (misalnya anti plagiarisme). Public / peer shaming pun hanya bisa berhasil jika environment nya mendukung. Kalo satu fakultas tukang nyontek ya sulit. Nanti di dunia kerja, baru bisa digenjot lagi jika ada leadership yang kuat dan lead by example. Misalnya, salah satu boss saya dulu sangat peduli terhadap ethics and compliance. Saya lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana dia menolak membayar suap padahal itu mengancam kelangsungan bisnis (jangka pendek). That moment strengthens my conviction to do the right thing.
5/15/17, 8:36:41 PM: Tenri Sidehabi: ??????
5/15/17, 8:37:14 PM: Nurhadi: Iya Mas, belum lagi pakai software bajakan...
5/15/17, 8:37:34 PM: Michael Shell: Untuk career center dan perusahaan, the least we can do is to screen people also based on integrity.
5/15/17, 8:37:42 PM: Tenri Sidehabi: Byk yg kena kl ini...?
5/15/17, 8:37:49 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: banyak yg pake mas??
5/15/17, 8:38:07 PM: Farleven: ??
5/15/17, 8:38:50 PM: Michael Shell: Untuk pertanyaan CSR;  Kami di Shell tidak memiliki divisi "CSR". Kami menggunakan nomenklatur Social Investment. Bedanya apa dengan CSR itu nanti cerita yang lain. Kami jarang merekrut graduates untuk bidang ini, karena kami ingin orang yang sudah paham siklus bisnis dan/atau pakar sosiologi / etnografi yang terkait. 

>>>Untuk rekrutmen, kami menilai kandidat berdasarkan tiga kriteria utama: Capacity, Achievement, Relationship. Untuk graduates, kami tidak expect mereka punya skills khusus. We can train skills, but we hire attitudes. Untuk experienced hire, tiga kriteria tersebut juga berlaku ditambah professional skills yang memang sedang kita cari (misalnya specific technical skills atau finance atau yang lain). Singkatnya, capacity adalah kemampuan seseorang mengolah informasi kompleks, achievement adalah kemauan / kegigihan dalam berusaha mencapai yang terbaik, dan relationship adalah bagaimana kandidat mengelola hubungan dengan berbagai stakeholders.

>>> Saya tidak bisa jawab tentang alokasi dana ke pendidikan, karena perbedaan konsep CSR vs Social Investment. Dan banyak inisiatif kerja sama pendidikan Shell dengan banyak perguruan tinggi tidak terhitung dalam social investment, misalnya, joint research, training program, etc. Dalam menentukan program apa yang akan didanai oleh social investment kita lebih melihat impact dan bukan besaran dana.
5/15/17, 8:39:37 PM: Nurhadi: Di rumah saya ada kelas homeschooling, setiap sabtu ada kelas, kebetulan ada kelas design grafis for kid… sejak kecil anak-anak kita tanamkan kalau tidak mampu beli corel draw ya pakai yang open source toh sama saja, begitu juga kalau ndak mampu beli windows ori ya pake yang open source lah… benar Mas Michael dimulai dari keluarga...
5/15/17, 8:40:34 PM: Farleven: "We hire attitudes" well noted! ??
5/15/17, 8:40:55 PM: Teddy Budiwan: Perlu pengetahuan untuk bisa mengetahui opsi. Contoh paling gampang di saya, memakai R kalau tidak bisa beli SPSS. Tapi itu entry barriernya tinggi lho, terutama di Faculty member.
5/15/17, 8:40:58 PM: Prof Nuni Gofar: Yuhuyyy... semangat bung Karno nih..????
5/15/17, 8:41:39 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: semangatpagi mbak prof
5/15/17, 8:41:53 PM: Tenri Sidehabi: ?????
5/15/17, 8:42:30 PM: Teddy Budiwan: ini sangat well noted Mas
5/15/17, 8:43:00 PM: Teddy Budiwan: kalau tidak ada pertanyaan lanjutan
5/15/17, 8:43:10 PM: Teddy Budiwan: [3]
Apakah pamor atau popularitas kampus jg mempengaruhi dalam penerimaan karyawan shell?. Apakah kampus kecil dari daerah bs ikut jg bersaing?
5/15/17, 8:43:39 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: ini penting dibaca
5/15/17, 8:43:44 PM: Michael Shell: bukan besar kecil kampus nya yang mempengaruhi, tapi reputasi kampus. Itu pun tidak mutlak. Karena salah satu tahap awal rekrutmen di Shell adalah questionnaire kepribadian, dan yang paling menentukan adalah tes terakhir yang berbentuk case studies, bukan CV dari universitas mana.
5/15/17, 8:43:54 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: disimak
5/15/17, 8:43:56 PM: Farleven: Setuju mas ted.. Elaborasi mengenai kapasitas, prestasi, dan relationshipnya jg bs dimengerti.. Tq mas michael jwbannya.. Cm msh blh bertanya lgi gak yah terkait hal ini?
5/15/17, 8:44:39 PM: Teddy Budiwan: ini terkait dengan 3 hal tadi ya Mas?
5/15/17, 8:44:51 PM: Tenri Sidehabi: Makasih Mas Michael...
5/15/17, 8:44:51 PM: Farleven: Share donk mas cth case studies nya.. ?
5/15/17, 8:45:08 PM: Teddy Budiwan: capacity, achievement, relationship
5/15/17, 8:45:15 PM: Farleven: Iy.. Cm kayakny lanjut aja dlu..
5/15/17, 8:45:16 PM: Tenri Sidehabi: Bgs mas, lsg to the point...??
5/15/17, 8:45:42 PM: Farleven: ?
5/15/17, 8:46:26 PM: Michael Shell: Saya bisa share contoh yang mirip. Kemarin kebetulan Indonesian Petroleum Association baru buat konsep yang mirip, business case studies. Nanti tolong email saya ya ke michael.putra@shell.com.
5/15/17, 8:47:25 PM: Michael Shell: Basically kenapa kita sangat pegang metode case study: karena itu membuat kita bisa meng assess capacity, achievement, and relationship sekaligus.
5/15/17, 8:47:51 PM: Tenri Sidehabi: Siap...????
5/15/17, 8:47:54 PM: Michael Shell: Satu case study itu bisa 15-20 halaman lebih.
5/15/17, 8:48:06 PM: Michael Shell: Kalo biasanya cuma baca Twitter 140 karakter ya keblinger lah.
5/15/17, 8:48:26 PM: Teddy Budiwan: ?menohok
5/15/17, 8:48:41 PM: Prof Nuni Gofar: ?
5/15/17, 8:49:07 PM: Farleven: Done. Ditunggu response email sy mas.. Terima kasih.. ?
5/15/17, 8:49:34 PM: Farleven: Hahaha
5/15/17, 8:50:31 PM: Teddy Budiwan: gitu ya, main pm :p
5/15/17, 8:50:49 PM: Teddy Budiwan: kalau sudah selesai, aaya ada list pertanyaan terakhir.
5/15/17, 8:50:54 PM: Farleven: Loh.. Kan kata mas michael tdi diemail.. Haha mas ted.. Haa
5/15/17, 8:51:01 PM: Farleven: Lanjut..
5/15/17, 8:51:08 PM: Teddy Budiwan: mas Michael, ada tambahan lagi:
[4]
Mas Michael yg keren abissss... saya pengelola pusat karir Universitas Sriwijaya (semogaaaaaa mas Michael tau dimana PT ini berada ?). Boleh tanya yaaa.... 

1. Saya ingin tau, apa yg diinginkan oleh sebuah perusahaan besar seperti tempatnya mas Michael bekerja, terhadap pusat karir di suatu perguruan tinggi? 

2. Pada umumnya, pusat karir di perguruan tinggi di daerah kesulitan menjalin hubungan dengan perusahaan2 besar. Apakah ini disebabkan perusahaan besar hanya ingin merekrut karyawan dari perguruan tinggi yg sudah terkenal saja?

3. Sejauh ini, apakah Shell telah membuktikan kepiawaian seorang karyawan di Shell ditentukan oleh darimana dia menempuh pendidikan kesarjanaannya?

Terimakasih atas waktu yg diluangkan.. 
Salam..
Nuni Gofar
5/15/17, 8:51:26 PM: Teddy Budiwan: pertanyaannya mantap bae Yuk
5/15/17, 8:51:53 PM: Farleven: Mantap nian nih mas ted.. ?
5/15/17, 8:51:54 PM: Tenri Sidehabi: Lengkap...????
5/15/17, 8:52:10 PM: Michael Shell: 1. Saya ingin tau, apa yg diinginkan oleh sebuah perusahaan besar seperti tempatnya mas Michael bekerja, terhadap pusat karir di suatu perguruan tinggi? 
>>> memperluas talent pool yang siap masuk dunia kerja, sehingga kompetisi nya semakin bagus. Kami lebih senang bisa memilih dari banyak lulusan yang bagus, daripada memilih beberapa lulusan yang sudah pasti bagus karena yang lain kurang baik. Juga untuk membantu melakukan screening awal terhadap top talents - that can save a lot of our time. 

2. Pada umumnya, pusat karir di perguruan tinggi di daerah kesulitan menjalin hubungan dengan perusahaan2 besar. Apakah ini disebabkan perusahaan besar hanya ingin merekrut karyawan dari perguruan tinggi yg sudah terkenal saja?
>>> ngga juga. Kembali kepada added value apa yang ditawarkan. Ada beberapa partnership dengan kampus-kampus kecil yang memang dekat atau relevan dengan daerah operasi perusahaan. Ada juga yang dijalin karena memang kampus tersebut memiliki unique value proposition - misalnya terkait bidang keilmuan yang sangat spesifik. Whatever it is, tentunya dari pihak kampus juga harus aktif memasarkan dirinya sendiri. Competition is everywhere - not just amongst graduates, but also amongst campuses. Kampus juga harus walk the talk - ketika kita meminta para mahasiswa/i untuk kompetitif, kampus pun demikian harus kompetitif.     

3. Sejauh ini, apakah Shell telah membuktikan kepiawaian seorang karyawan di Shell ditentukan oleh darimana dia menempuh pendidikan kesarjanaannya?
>>>Biasanya top management Shell memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Yang seragam adalah: kaya pengalaman dalam rekam jejak karirnya, dengan kata lain tidak monoton perjalanan karirnya, tapi telah melalui beberapa bidang kerja, bertugas di beberapa negara, sehingga exposure nya luas.
5/15/17, 8:54:09 PM: Tenri Sidehabi: Cucok, visitasi industri, tell about our campus. Bgs bgt, mas Michael. Terima kasih. Kykx mataku sdh 5 watt...?
5/15/17, 8:54:43 PM: Prof Nuni Gofar: TOP BGT deh..
Makasih jawabannya mas Michael.. 
Harus berjuang utk memenuhi jawaban dr mas Michael
5/15/17, 8:54:46 PM: Farleven: Jawaban nomor 2 nya keren.. Jgn nuntut mahasiswanya sj yg kompetitif, kampusnya jg.. Kampus jg hrs aktif yah.. ??
5/15/17, 8:55:07 PM: Michael Shell: 5 watt lampu pijar dengan 5 watt lampu LED beda loh .... ?
5/15/17, 8:55:24 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: ??
5/15/17, 8:55:29 PM: Farleven: Hahahaa nah loh ..
5/15/17, 8:55:46 PM: Farleven: Eh ada dedek baim.. ??
5/15/17, 8:56:01 PM: Tenri Sidehabi: ??
5/15/17, 8:56:24 PM: Farleven: @6281380594919 mas.. Ini bs nanya2 lagi gak yah.. Hehe
5/15/17, 8:56:30 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: Dihhh -__-",,,  lanjut mas ted
5/15/17, 8:56:45 PM: Teddy Budiwan: Tergantung mas Michael
5/15/17, 8:56:58 PM: Teddy Budiwan: Masih bisa Mas?
5/15/17, 8:57:01 PM: Michael Shell: Silakan ...
5/15/17, 8:57:16 PM: Farleven: Kalau boleh mas michael sharing2 tahapan2 rekrutmen di perusahaanya.. Utk menambah wawasan..
5/15/17, 8:57:31 PM: Farleven: Utk graduates sm experienced
5/15/17, 8:57:53 PM: Farleven: Tq mas moderator dan narasumber.. Hihi
5/15/17, 8:59:14 PM: Farleven: Btw intermezo dkit.. Blm ngeliat teh iyang @6281220202008 drtdi.. Kmn yah.. ? ?
5/15/17, 8:59:36 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: Kangen kah..??
5/15/17, 8:59:40 PM: Michael Shell: Kalau saya ngga salah begini untuk graduates: fill in questionaire di web (untuk buat penilaian awal kepribadian - yg di tes lebih ke niat serius dan keterbukaan pikiran sehingga worthwhile untuk kita nanti invest di training and development). Setelah itu kalau lolos, interview dengan HR. Kalau lolos, masuk ke yg namanya SHell Recruitment day. Itu satu hari penuh case studies - ada yang dikerjakan individual dan ada yang kelompok. Penilainya adalah staff perusahaan yang sudah ada sertifikan internal menjadi assessor. Kalau lulus dari itu semua, baru nanti HR akan carikan posisi yang pas untuk si Graduate. Jadi kita hire dulu, baru carikan posisi pertama untuk graduate.
5/15/17, 9:00:38 PM: Michael Shell: Untuk experienced hire, mirip, kecuali kita ngga pakai REcruitment Day, tapi langsung interview dengan beberapa assessors internal juga. Plus, ada ujian skills tertentu yg memang dicari (misalnya finance, atau teknik minyak)
5/15/17, 9:01:08 PM: Farleven: Loh.. Jdi akan diliat tepatnya dmn, baru diberi posisi yah ... ?
5/15/17, 9:01:38 PM: Teddy Budiwan: Mas Mba ada pertanyaan lagi?
5/15/17, 9:01:46 PM: Farleven: Baiklah.. Trmksh mas michael jwbnny
5/15/17, 9:02:09 PM: Teddy Budiwan: Kalau tidak, mas Michael saya beri kesempatan untuk bertanya ke Mas Mba sekalian
5/15/17, 9:02:27 PM: Michael Shell: Untuk graduates, iya. Karena filosofi nya adalah graduates justru perlu dikasih kesempatan di beberapa bidang dulu, baru mereka pun bisa membuat informed decision tentang arah karir mereka.
5/15/17, 9:02:41 PM: Prof Nuni Gofar: Iya mas
5/15/17, 9:02:45 PM: Farleven: Noted. Tq mas.
5/15/17, 9:03:05 PM: Farleven: Prof nuni.. ?
5/15/17, 9:03:06 PM: Prof Nuni Gofar: Siipppp ????
5/15/17, 9:03:17 PM: Teddy Budiwan: seperti Internship tapi atas biaya shell
5/15/17, 9:03:20 PM: Teddy Budiwan: wow
5/15/17, 9:04:21 PM: Michael Shell: Pertanyaan saya cuma satu: why do you do what you do? Kenapa teman-teman disini gigih mendirikan career center ... padahal kan resources terbatas, pasti ada intrik kampus, belum lagi mahasiswa/i nya suka mbalelo ...banyak kerjaan lain yang mungkin lebih baik gaji nya. Why? ?
5/15/17, 9:05:14 PM: Prof Nuni Gofar: Nah... hayo.. siapa yg harus menjawab mas?
5/15/17, 9:05:17 PM: Farleven: Nah.. Prof nuni nih bagiannya.. Hahhaa
5/15/17, 9:05:24 PM: ‪+62 822‑9781‑0170‬: Excellent question ??
5/15/17, 9:05:31 PM: Tenri Sidehabi: Yang paling senior...?
5/15/17, 9:05:35 PM: Farleven: Silahkan prof.. ??
5/15/17, 9:05:47 PM: Teddy Budiwan: gpp bebas kok
5/15/17, 9:05:46 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: karena saya alumni juga maka saya peduli alumni sy dgn ngurusin pusat karir
5/15/17, 9:05:46 PM: Michael Shell: Hayooo ... asertif ....  ??
5/15/17, 9:05:50 PM: ‪+62 815‑7808‑9967‬: Silahkan mbak prof..?
5/15/17, 9:05:50 PM: Prof Nuni Gofar: Wkwkwkwkwk
5/15/17, 9:05:52 PM: Teddy Budiwan: mungkkn malah semuanya
5/15/17, 9:06:07 PM: Teddy Budiwan: saya kecebur dan jatuh cinta  ^_^
5/15/17, 9:06:07 PM: Farleven: ??
5/15/17, 9:06:19 PM: ‪+62 815‑2251‑9199‬: Pengabdian mas........
5/15/17, 9:06:26 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: ???
5/15/17, 9:06:28 PM: Farleven: Mungkin dr mas moderator dlu masted.. ?
5/15/17, 9:06:49 PM: Farleven: Keren
5/15/17, 9:07:29 PM: Farleven: Dalem nih..
5/15/17, 9:07:29 PM: Tenri Sidehabi: For getting our students better jobs and better life. Ikhlas dan dpt pahala, ketemu daun muda spy awet muda...??
5/15/17, 9:07:31 PM: ‪+62 815‑2251‑9199‬: Apa yang bisa dibsnggakan oleh seorang dosen, selain melihat alumni nya sukses
5/15/17, 9:07:55 PM: Farleven: Aamiiin..
5/15/17, 9:08:08 PM: Farleven: ??
5/15/17, 9:08:14 PM: Michael Shell: Hahahahha toppp
5/15/17, 9:08:18 PM: Farleven: Ah.. Jawabannya keren2..
5/15/17, 9:08:22 PM: Tenri Sidehabi: Mantap..????
5/15/17, 9:08:40 PM: Farleven: @628112518910 jawabanny pasti keren jg nih.. ?
5/15/17, 9:08:44 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: walaupun banyak yg menghina apalagi pas namanya PJK .... kepanjangannya Pusat Jasa Kebanyakaankerjaan ????
5/15/17, 9:09:01 PM: Farleven: ???
5/15/17, 9:09:40 PM: Farleven: Mas michael bisa banget yah mancing semuanya ngasih jawaban.. ????
5/15/17, 9:10:24 PM: Michael Shell: Jadi benang merah nya: passion. You are all passionate in building and managing career center. That is our biggest homework: to instill the same level of passion to our youth in whatever they choose to do with their life. Career is built on top of a passion, otherwise it's just a job. By naming yourself career centers, you take up that responsibility. I applaud all of you in taking up this challenge. Thank you. ?
5/15/17, 9:10:39 PM: Farleven: *menunggu jawaban prof nuni* delay kayaknya krn dr USA jwbny.. ?
5/15/17, 9:10:46 PM: Prof Nuni Gofar: Baik mas Michael...

Jujur, yg pertama karena tuntutan akreditasi, salah satu point pertanyaan adalah keberadaan dan peran pusat karir di perguruan tinggi.

Kedua, sebagai PT di daerah, dimana mahasiswanya bukan anak2 pilihan dan bukan menjadi pilihan pertama (sebagian besar program studi meski ada jg yg favorit) bagi mahasiswanya, perlu ada upaya *menjual* produk kami ke dunia usaha dan dunia industri

Ketiga, ketika menyadari betapa beratnya persaingan yg akan ditempuh lulusan kita, perlu upaya mempersiapkan calon2 lulusan sebelum dilepas bebas ke dunia nyata
5/15/17, 9:10:47 PM: Tenri Sidehabi: 1 pertanyan tp menyentuh lubuk hati yg plg dalam...?
5/15/17, 9:11:06 PM: Prof Nuni Gofar: Aaah... mas Leven gak sabaran.. jd terpaksa deh dikirim dl ?
5/15/17, 9:11:17 PM: Farleven: ??
5/15/17, 9:11:52 PM: Farleven: ????mantab prof.. Hehe
5/15/17, 9:11:54 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: ??
5/15/17, 9:11:59 PM: Farleven: ????
5/15/17, 9:12:59 PM: Teddy Budiwan: Terima kasih mas Michael atas waktunya dan bantuannya.
5/15/17, 9:13:09 PM: Teddy Budiwan: Terima kasih Mas Mba atas waktunya.
5/15/17, 9:13:16 PM: Michael Shell: Sama-sama, Mas Teddy.
5/15/17, 9:13:31 PM: Prof Nuni Gofar: Wah.. selesai ya? 
Hehe.. masih mau nyambung yg ke 4
5/15/17, 9:13:39 PM: ‪+62 815‑2251‑9199‬: ??......
5/15/17, 9:13:40 PM: Teddy Budiwan: ooh iya ya
5/15/17, 9:14:11 PM: Tenri Sidehabi: Makasih mas Michael atas pencerahanx dan mas teddy sbg moderator.
5/15/17, 9:14:14 PM: Teddy Budiwan: wah, mau nyambung?
5/15/17, 9:14:40 PM: Teddy Budiwan: mungkin bisa menghubungi mas Michael nya
5/15/17, 9:14:40 PM: Prof Nuni Gofar: Gak deh mas... 
Tadi kelamaan ya menjawab pertanyaan mas Michael
5/15/17, 9:14:53 PM: Michael Shell: Monggo saya masih bisa 15 menitan lagi sebelum istri mulai curiga ?
5/15/17, 9:14:58 PM: Nurhadi: terima kasih mas ted, sudah merefresh lagi semangat saya… saya harus sering mengulang kesadaran diri, notice what you notice… sadar betul bahwa saya harus memperhatikan bahwa ada keyakinan ketika pusat karir berjalan dengan baik, di dalamnya banyak orang yg punya passion atau selalu ingin membantu orang lain… ditambah berjejaring seperti di ICCN ini dan akhirnya kita dapat pengalaman luar biasa dari Mas Michael… pasti akan ada hasilnya…. untuk SDM Indonesia yang lebih baik...
5/15/17, 9:14:59 PM: Farleven: Di USA masih pagi.. Jdi prof ny blm nganttuk.. Haha
5/15/17, 9:15:02 PM: Teddy Budiwan: hehe silahkan Yuk
5/15/17, 9:15:26 PM: ‪+62 815‑2251‑9199‬: Kok....teh yanti nggak kelihatan ya.....duduk paling belakang ya......
5/15/17, 9:15:32 PM: Nurhadi: terima kasih Kanjeng Prabu….
5/15/17, 9:15:47 PM: Nurhadi: Matur nuwun Kanjeng Prabu...
5/15/17, 9:16:37 PM: Prof Nuni Gofar: Lupa lagi mas Ted.. ya cukup 3 itu dulu deh.. gimana mas Michael tentang jawabanku ?
5/15/17, 9:16:58 PM: Teddy Budiwan: terima kasih mas Nur, dan Mas Mba sekalian yang masih berusaha secara riil untuk menjaga dan memperbaiki kualitas lulusan kita.
5/15/17, 9:17:00 PM: Michael Shell: Toppp ?
5/15/17, 9:17:03 PM: ‪+62 815‑7808‑9967‬: Ijin saya tanya ya.. 
Berdasar pengalaman, lebih besar mana pertimbangan penerimAn pekerja:  berdasar latarbelakang pendidikan atau skillnya..?
5/15/17, 9:17:09 PM: Farleven: Aamiiin
5/15/17, 9:17:18 PM: ‪+62 822‑9781‑0170‬: Makasih banyak mas Michael dan mas Teddy.. Banyak pengetahuan baru dari kelas malam ini.
5/15/17, 9:17:24 PM: Bambang SB: Matur nuwun mas michael.. sy baca semuanya meski telat ngikutinnya.. salam ketemu lagi ya... senang berbagi pengalaman dan pengetahuannya di sini..
5/15/17, 9:17:45 PM: Bambang SB: Td telat krn bacain buku dl menjelang tidur yg paling kecil ?
5/15/17, 9:18:00 PM: Michael Shell: Neither. Berdasarkan attitude. Saya beberapa kali tolak lulusan cum laude, maupun yang jago banyak hal tapi attitude nya buruk. Artinya tidak bisa saya kembangkan lagi di dalam pekerjaan.
5/15/17, 9:18:38 PM: Prof Nuni Gofar: ??????
5/15/17, 9:18:55 PM: Farleven: Ethics is first thing first yah mas..
5/15/17, 9:19:06 PM: ‪+62 822‑9781‑0170‬: ???
5/15/17, 9:19:18 PM: Teddy Budiwan: Baik Mas Mba, terima kasih atas waktunya.
5/15/17, 9:19:20 PM: Michael Shell: Indeed. Ilmu bisa dipelajari. Attitude ngga bisa.
5/15/17, 9:19:29 PM: Teddy Budiwan: Saya tutup ya acara ini.
5/15/17, 9:19:31 PM: ‪+62 815‑7808‑9967‬: Makasih mas. Keren banget.
5/15/17, 9:19:32 PM: Farleven: ??
5/15/17, 9:19:40 PM: Teddy Budiwan: Terima kasih sekali lagi mas Michael.
5/15/17, 9:19:50 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: ????
5/15/17, 9:19:58 PM: Farleven: Trimakasih mas micael utk sharing2nya... Sy nantikan emailnya yah mas.. ???
5/15/17, 9:20:00 PM: Nurhadi: Tepuk tangan meriah untuk Mas Michael...
5/15/17, 9:20:05 PM: Michael Shell: Sama-sama, Mas dan Mbak sekalian. Sampai ketemu di lain kesempatan. Sukses buat semua!
5/15/17, 9:20:09 PM: Nurhadi: ?????
5/15/17, 9:20:10 PM: Farleven: Mas ted trmksh udh dimoderatorin.. ???
5/15/17, 9:20:16 PM: Tenri Sidehabi: ??????
5/15/17, 9:20:22 PM: ‪+62 813‑9785‑4040‬: ????????????
5/15/17, 9:20:23 PM: ‪+62 899‑7052‑087‬: ????????
5/15/17, 9:20:35 PM: ‪+62 815‑7808‑9967‬: ??????????
5/15/17, 9:20:51 PM: Teddy Budiwan: ?????
5/15/17, 9:21:00 PM: Farleven: ???
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon